Berpantun dalam Sisombou

SISOMBOU atau istilah lain, siacuong adalah salah satu bentuk sastra lisan yang ada di Riau (Kampar dan sekitarnya) yang dipakai dan dpraktikkan dalam kegiatan-kegiatan tertentu. Di beberapa daerah sisombou dilaksanakan pada acara-acara pernikahan atau kenduri tertentu lainnya. 

Sebagai sebuah gabungan prosa dan pantun, kegiatan sisombou dipakai untuk menyampaikan sesuatu pesan atau informasi. Sesungguhnya sisombou itu adalah bentuk dialog antara satu orang (pihak) dengan orang lainnya dalam suatu acara. Yang menjadi cirinya adalah bahwa bahasa-bahasa yang digunakan --dalam bahasa daerah-- itu mengandung nilai-nilai sastra.

Di dalam sisombo ada pidato, ada pantun dan bentuk-bentuk sastra lain. Itulah yang menjadi ciri-ciri sisombou. Sisombou itu sesungguhnya adalah bentuk prosa dan pantun yang diprkatikkan dalam bentuk dialog antara satu orang dengan orang lainnya. Mulai dari membuka dengan salam, lalu menyampaikan inti hajat informasu sampai kepada bagian penutup, selalu penuh pantun. Simak salah satu pantun berikut,
Sinsamak pulo sinsomo
Tumbuo di ate si bilang-bilang
Molah kito gamak basamo-samo
Tukuok-manukuok mano nang kuwang

Sinsamak pula sinsama
Tumbuh di atas si bilang-bilang
Ayolah digamak (dibicarakan, dibahas, dll) bersama
Tambah-menambah mana yang kurang

Pantun ini diapakai dalam salah satu Ssisombou seperti dapat kita lihat dalam buku Sisombou Sastra Riau (M. Rasyid Nur; Leutikaprio: 95) yang selalu dipakai dalam berbagai acara di masyarakat desa. Khusus bagi keluarga Kampar, upacara sisombou merupakan salah satu acara adat yang terus pelihara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. (bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis dan Pembagian Sisombou

Contoh Teks Sisombou 'Ulu Tepak'

Manjonguok Kampuong